Menentukan Rad Degree Ideal Sistem Pengapian Mesin
Untuk yang memakai CDI Programmable dan ingin mengganti magnet std nya dengan flywheel custom sendiri sehingga bisa diatur berat nya secara leluasa, ini saya sedikit mau berbagi cara menentukan ukuran ideal rad degree untuk sistem pengapian nya.
Langkah menentukan ukuran rad degree pertama kita perkirakan dulu, kira2 nanti settingan derajat maksimum dari CDI kita itu berapa. kalau misal kita perkirakan derajat maksimum CDI kita nanti adalah 40 derajat BTDC ( CDI Predator sih maksimum nya biasanya cuma di angka 35 Derajat BTDC ).
jadi ukuran ideal rad degree kita dapat kita ketahui dengan rumus
Rad degree = ( max timing + 5 ) derajat
Rad degree = ( 40 + 5 ) derajat
Rad degree = 45 derajat
wah, ternyata nilai nya sama dengan rad degree std sistem pengapian satria FU. ini cuma kebetulan saja lho.
Kita tidak perlu bikin rad degree yang tinggi2 spt contoh Jupiter Z yang 65 Derajat, dengan alasan kita juga tdk akan membikin setting pengapian mendekati angka 60 derajat BTDC .
karena nda kebayang gimana mesin nya nanti dengan derajat pengapian spt itu.
Dan alasan kenapa kita bikin rad degree nilai nya mendekati derajat maksimum pengapian kita adalah :
1. kalau untuk yang masih belajar setting, sesalah2 nya dalam mensetting tidak akan terlalu membahayakan mesin. karena mentok kita bisa atur maksimum derajat pengapian sesuai nilai rad degree nya itu. misal kalau kita bikin rad 45 derajat maka kita tdk mungkin bisa bikin derajat pengapian pada 46 atau 50 derajat BTDC
2. CDI itu untuk kontrol pengapian sebagian besar masih memakai Microcontroller 8 bit. dan untuk membuat delay yang panjang dengan perhitungan 8 bit itu tdk mudah dan tdk presisi.
sebagai contoh :
a. misal kalau kita menggunakan rad degree 65 derajat dan kita set pengapian pada 20 derajat BTDC maka kita perlu bikin delay di CDI sebesar ( 65 – 20 ) derajat BTDC. kita dpt angka 45 derajat
b. misal kalau kita menggunakan rad degree 45 derajat dan kita set pengapian pada 20 derajat BTDC maka kita perlu bikin delay di CDI sebesar ( 45 – 20 ) derajat BTDC. kita dpt angka 25 derajat
Bisa kita lihat, untuk membuat derajat pengapian yang sama 20 derajat BTDC ternyata kalau kita menggunakan rad degree 45, delay CDI cuma 25 Derajat. sedang kalau menggunakan rad degree 65 kita perlu membuat delay sebesar 45 derajat.
bagi yang awam mungkin cuma bisa membandingkan, ah cuma peda perlu menghitung 45 dan 25 saja. toh hasilnya sama .
Tapi tidak begitu untuk sistem perhitungan 8 bit di MCU CDI, 2 angka itu sangat berbeda. dan jelas, menghitung sedikit jauh lebih presisi daripada menghitung banyak. bagi yg awam, mungkin cuma akan merasakan efeknya di mesin saja. yang rad degree kecil, biasanya settingan bisa lbh mudah ketemu.
itu saja buat mlm ini. terima kasih.
#kalau ada yang perlu di koreksi, tolong masukannya
mas, maksutnya delay itu apa? untuk apa?
delay itu jeda waktu antara sinyal pulser di cdi (saat pulser ketemu pickup magnet) dan api keluar di busi
Mas qw mw nanya… Sebenernya yg berpengaruh timing pengapian itw
Mas qw mw nanya… Sebenernya yg berpengaruh timing pengapian itw panjang pick up atau rad degree??? Yang saya tangkap klo misal panjang pick up satria 39mm klo berpatokam panjang pick up di tambahkan 2 mm dan di potong belakang 2mm (agar tetap) sedangkan klo mengacu ke rad degree hanya di tambahkan saja meskipun lebih dari standar ukuran pick up… Mohon pencerahannya mas
Mas qw mw nanya… Sebenernya yg berpengaruh timing pengapian itw panjang pick up atau rad degree??? Yang saya tangkap klo misal panjang pick up satria 39mm klo berpatokam panjang pick up di tambahkan 2 mm dan di potong belakang 2mm (agar tetap) sedangkan klo mengacu ke rad degree hanya di tambahkan saja meskipun lebih dari standar ukuran pick up… Mohon pencerahannya mas trima kasih
Om sya udh prnah di coba rad degree di 45′ .tpi ko kick starter malah nendang balik ya ?
Mohon penjelasannya ?
Mas…saya pakai maghnet rotor yy pang dgn diameter 75 mm untuk di motor jupiter tahun 2000…saya bingung menentukan jarak ideal pulser dari tonjolan sensor maghnet saat TMA….berapa derajat atau brp mm kah kira2 jarak yg pas….trmksh.
Om.panjang tonjolan.pulser fu std kan.39mm ,nah klo rad degree di bikin 45 derajat ,berarti jarak pulser ke tonjolan sensor 6mm yah ?,
Mohon penjelasannya
om klo supra ane pke cdi jupiter z pick up ny d gmnain ya?. ane bngung
Mas,,mau nanya nih??klo pake CDI predator SE utk ninja R,,apa harus menggeser pulsernya??trus kira2 bisa brpa derajat ya mas??
tidak mas, langsung colok. tanpa rubah apa2
Mas,,kalo kita mau aplikasi cdi fu k.mio sporty,,magnet nya kita pakai punya fu..
Kira” harus banyak ngerubah lagi nggak mas..
Trus cara kita mengetahui red degree setiap motor bagimana,,apakah kita harus menghitungx sendiri dg menggunakan busur drajat?
Dan bagimana dg jenis motor yg tanda top magnet sdh sejajar dg penunjuk namun tonjolan pick pulser belum lepas dr pulser….apakah motor jenis ini mempunyai pengapian yg “kacau” /kurang maksimal.
Sugeng dalu mas joe. Pripun kabar e?. Kulo wiwied OP sby. Mpun dangu ilang kontak. Trkhr ketemu nang paddock e Mas Gendut pas MP Purwokerto.
Mas yen kulo damel CDI Predator tipe Dual Map Jupiter Z pengen tak ubah rad degree dadi 45 derajat, potong tonjolan pick up akhir. Nopo mbonten miss pulser moco trigger e?. Nopo maleh sing tasih damel CDI std bawaan e motor tipe analog.
Yen damel Predator sing 10 Map Programable sih gampang kari ubah input kolom Rad Degree nang menu e dadi 45 derajat.
Nyuwun petunjuk e Mas. Suwun